
Memilih nama “Rossi Batik” bukan tanpa alasan. Nama tersebut merupakan identitas pribadi yang menjadi jaminan integritas atas kualitas karya yang dihasilkan. Sebagai anggota Persit, nama ini membawa marwah bahwa seorang istri prajurit mampu mandiri dan melestarikan budaya bangsa. Di tengah deru pengabdian sebagai istri prajurit (Persit), muncul sebuah narasi inspiratif dari sudut Kabupaten Cirebon.

Adalah Rossi Batik, sebuah jenama yang tidak hanya menawarkan keindahan kain, tetapi juga menyimpan filosofi tentang kemandirian, warisan keluarga, dan dedikasi seorang wanita yang berdiri teguh di dua dunia: organisasi dan wirausaha. Menjalani peran ganda sebagai anggota Persit, ibu rumah tangga, dan pemilik UMKM tentu menuntut ketangguhan luar biasa. Ibu Rossi membagikan rahasianya dalam manajemen waktu: memanfaatkan setiap celah waktu senggang dengan produktif.
Setiap menit di antara tugas organisasi dan urusan domestik digunakan secara efektif untuk memantau produksi batik. Motivasi Ibu Rossi memulai usaha ini berawal dari niat yang sangat tulus: membantu perekonomian keluarga.
Namun, lebih dari sekadar urusan materi, ada darah seni yang mengalir kuat di nadinya. Sejak kecil, beliau tumbuh besar melihat orang tuanya menekuni dunia perbatikan di Cirebon yang melegenda.
AkarTradisidan NiatMuliaMenyeimbangkanDua Dunia:AntaraSeragam danCantingTantangan terberat, baik saat suami sedang bertugas maupun saat bisnis menghadapi kendala, dihadapi dengan prinsip sabar dan ikhlas.
MenyeimbangkanDua Dunia:AntaraSeragam danCanting Yang membuat saya tetap bertahan adalah keteguhan hati sendiri dan motivasi semangat yang luar biasa dari suami, ” ungkapnya dengan bangga.KekuatanDukungandi Lingkungan Persit Kartika Chandra KiranaDaerah III SiliwangiKeberhasilan Rossi Batik tidak diraih sendirian. Dukungan penuh dari suami menjadi bahan bakar utama.
Selain itu, lingkungan Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III Siliwangi memberikan ruang yang sangat positif bagi perkembangan usahanya. Rekan-rekan sesama anggota Persit memberikan respons yang luar biasa. Ekosistem yang saling mendukung ini sangat terasa di lingkungan asrama, di mana sesama istri prajurit saling memberikan semangat untuk terus berkarya.
Wujud dukungan nyata dari rekan-rekan Persit terlihat saat adanya pameran UMKM di lingkungan Persit ; mereka dengan antusias membantu kelancaran kegiatan tersebut sebagai bentuk solidaritas sesama anggota. Hal ini menjadi wadah bagi mereka untuk saling mendukung kreativitas dan memperkenalkan karya lokal ke khalayak yang lebih luas.
PencapaiandanVisike Depan Bagi Ibu Rossi, pencapaian tertinggi bukanlah sekadar angka penjualan. Kebanggaan batin yang tak ternilai muncul saat beliau mendapatkan pengalaman berharga, terutama kesempatan untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana.
Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa kreativitas anggota Persit diakui di tingkat tertinggi.PesanuntukRekanPersit: Kepada rekan-rekan Persit yang masih ragu untuk melangkah, Ibu Rossi berpesan: “Tetap semangat berkreasi dan jangan takut untuk memulai.” Dalam lima tahun ke depan, harapan untuk Rossi Batik sangatlah jelas: usaha ini harus semakin maju, semakin dikenal luas dari Kabupaten Cirebon ke kancah nasional, dan tetap menjadi wadah kreasi yang bermanfaat bagi keluarga besar Persit.




